Saturday, March 30, 2013

CALLING BACK


Episode 12


At a little romantic cafe in Bandung,

Hak tinggi 17 cm menjenjang kaki nya, tack tack tack kira kira begitulah suaranya, suara yang beradu dengan lantai cafe remang tersebut yang terbuat dari bahan kayu yang berwarna cokelat.
Keadaan cafe malam itu cukup ramai, maklum, Saturday night, long weekend romantic night for a date, gadis tersbeut menggulung rambutnya keatas dengan beberapa helai rambut yang jatuh ke pangkalan lehernya yang jenjang dan dihiasi seuntai kalung silver mini namun glamour.
Dress nya berwarna silver kemilau, indah menjuntai sampai dengan atas lutut, dengan belahan dada yang sedikit mengintip dan gerakannya yang begitu gemulai namun tegas, memantulkan ke anggunannya diantara semua pengujung cafe tersebut. Terasa beberapa sorot mata adam yang mulai melirik kehadirannya.

Ia melangkah perlahan menuju sebuah tempat duduk yang tidak menerima orang ketiga diantara meja dan kursi tersebut, dengan dikelilingi oleh lampu malam yang mungkin dapat membuat orang terlena kasmaran untuk beberapa jam. Ia duduk pada sebuha kursi kayu, sorotya tertuju pada panggung yang menampilkan seorang pria penyanyi cafe yang berperawakan tinggi, dan macho.
Namun, bukan itu yang ditunggu oleh gadis ini,kelihatannya ia menunggu seseorang yang membuat ia geregetan, dari gerak geriknya kelihatan bahwa ia gelisah, mencoba melirik ke handphone yang ia gunakan, sepertinya sampai dengan saat ini sekitar seperempat jam ia menunggu masih belum muncul batang hidung orang yang ia tunggu.

Sang penyanyi cafe, mulai memberikan kesempatan kepada pengunjung cafe untuk unjuk gigi kemampuan bernyanyi, kelihatannya ia sangat percaya diri, seakan akan tidak ada yang dapat mengalahkan suara bass nya, suara berat yang khas.

Dengan langkah sedikit gontai, gadis yang menarik perhatian saya dari tadi menuju ke panggung, dan

“today, I am a heart broken woman, I am depressed”

Seluruh pengunjung cafe hening, semua mata terarah pada gadis tersebut, ada yang menatap sedih, menatap aneh, menatap bingung, bahkan ada beberapa tatapan hampa,

he left me, after he hold my hand, he left me after i kissed him
yes, i am falling in love
and yes i know, falling is hurt,
he ignore me now,

thought, i am trying my best
giving my best surprise,
giving my best concern,
he yet, still says “we only can simply be a friend”

dari kejauhan seorang pria dengan polo shirt putih dan young jeans levis mencoba memerdirikan lehernya yang kurus, ia mengenali gadis tersebut, namanya Victoria Angel, seorang gadis yang pernah menyatakan cinta kepada dirinya.
Namun kini di depannya, seorang gadis yang ia cintai begitu dalam, begitu dalam..

Gadis tersebut meraih microphone, dan mulai mengambil suara,...

Now listening to Leona Lewis Bleeding Love,... I miss you Tuddy, i have tried my best to forget about you, but something is hard to forget, go and find your future thats what sweet little secret told me : ) four clover, hard to find, lucky to have.

No comments:

Post a Comment

drop me some words